SEE #5: Interaksi

SEE #5: Interaksi

SEE #5: Interaksi

May 2, 2025

img_interaksi
img_interaksi
img_interaksi

interaksi

Pengalaman Pertama Menonton Teater Musikal: Sebuah Pertunjukan yang Hidup

Agustus 2024, menonton teater musikal selalu menjadi salah satu hal yang ingin saya coba, tetapi saya sering ragu karena tidak selalu familiar dengan tema yang dibawakan. Namun, kesempatan akhirnya datang ketika saya mendapat kabar tentang pertunjukan teater musikal bertema interaksi yang menampilkan lagu-lagu pilihan dari Tulus. Sebagai seseorang yang menyukai karya musik Tulus, ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi saya. Acara ini diselenggarakan oleh Jakarta Movin, yang ternyata sudah memiliki pengalaman sepuluh tahun dalam mengadakan pertunjukan seperti ini. Dengan reputasi yang sudah terbangun, tidak heran jika acara berlangsung dengan lancar dan profesional, meskipun jumlah penonton sangat ramai.

Salah satu alasan utama saya tertarik untuk menonton adalah karena cerita dalam teater ini cukup sederhana tetapi relatable. Teater ini mengisahkan empat karakter — dua laki-laki dan dua perempuan — yang memiliki hubungan persahabatan sejak SMA, tetapi akhirnya menyadari bahwa ada perasaan lebih di antara mereka. Dibawakan dengan dialog yang kuat, koreografi yang indah, dan tentunya diiringi lagu-lagu Tulus, cerita ini terasa sangat hidup. Interaksi antar karakter begitu alami, membuat saya sebagai penonton ikut larut dalam emosi yang mereka sampaikan. Beberapa adegan bahkan sukses membuat saya ikut tersenyum, terharu, dan bernostalgia dengan masa-masa sekolah.

Yang membuat pertunjukan ini semakin spesial adalah aransemen musik yang megah dan koreografi yang begitu selaras dengan alur cerita. Lagu-lagu seperti Gajah, Sepatu, Tujuh Belas, dan tentunya Interaksi dibawakan dengan aransemen yang berbeda dari versi aslinya, tetapi tetap mempertahankan esensi yang mendalam. Setiap lirik yang dinyanyikan terasa semakin kuat karena didukung oleh ekspresi para pemeran dan visualisasi yang apik di atas panggung. Saya benar-benar tidak menyangka bagaimana sebuah lagu yang sudah familiar bisa terasa begitu baru ketika dipadukan dengan teater musikal seperti ini.

Pertunjukan ini benar-benar membuka pandangan saya tentang teater musikal. Sebelumnya, saya selalu berpikir bahwa teater lebih sulit untuk dinikmati jika tidak memahami ceritanya sejak awal. Namun, pengalaman ini membuktikan bahwa selama ada elemen yang bisa kita hubungkan — seperti musik yang kita suka — teater bisa menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya jadi semakin ingin mencoba menonton pertunjukan teater lainnya, terutama jika temanya menarik dan dekat dengan kehidupan saya.

Selain itu, pengalaman ini juga membuat saya semakin ingin menonton konser solo Tulus secara langsung, sesuatu yang sebelumnya belum kesampaian. Jika suatu hari nanti Tulus mengadakan konser lagi, saya pasti akan berusaha untuk hadir. Begitu juga dengan teater musikal lainnya yang memiliki tema yang familiar bagi saya, saya tidak akan ragu untuk datang. Pengalaman ini benar-benar membuka wawasan saya bahwa seni pertunjukan bisa dinikmati dengan cara yang berbeda, dan saya tidak sabar untuk merasakan lebih banyak lagi di masa depan.

“Seni pertunjukan adalah tentang merasakan, bukan hanya menonton dan teater musikal membuat setiap emosi menjadi nyata.”

interaksi

Pengalaman Pertama Menonton Teater Musikal: Sebuah Pertunjukan yang Hidup

Agustus 2024, menonton teater musikal selalu menjadi salah satu hal yang ingin saya coba, tetapi saya sering ragu karena tidak selalu familiar dengan tema yang dibawakan. Namun, kesempatan akhirnya datang ketika saya mendapat kabar tentang pertunjukan teater musikal bertema interaksi yang menampilkan lagu-lagu pilihan dari Tulus. Sebagai seseorang yang menyukai karya musik Tulus, ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi saya. Acara ini diselenggarakan oleh Jakarta Movin, yang ternyata sudah memiliki pengalaman sepuluh tahun dalam mengadakan pertunjukan seperti ini. Dengan reputasi yang sudah terbangun, tidak heran jika acara berlangsung dengan lancar dan profesional, meskipun jumlah penonton sangat ramai.

Salah satu alasan utama saya tertarik untuk menonton adalah karena cerita dalam teater ini cukup sederhana tetapi relatable. Teater ini mengisahkan empat karakter — dua laki-laki dan dua perempuan — yang memiliki hubungan persahabatan sejak SMA, tetapi akhirnya menyadari bahwa ada perasaan lebih di antara mereka. Dibawakan dengan dialog yang kuat, koreografi yang indah, dan tentunya diiringi lagu-lagu Tulus, cerita ini terasa sangat hidup. Interaksi antar karakter begitu alami, membuat saya sebagai penonton ikut larut dalam emosi yang mereka sampaikan. Beberapa adegan bahkan sukses membuat saya ikut tersenyum, terharu, dan bernostalgia dengan masa-masa sekolah.

Yang membuat pertunjukan ini semakin spesial adalah aransemen musik yang megah dan koreografi yang begitu selaras dengan alur cerita. Lagu-lagu seperti Gajah, Sepatu, Tujuh Belas, dan tentunya Interaksi dibawakan dengan aransemen yang berbeda dari versi aslinya, tetapi tetap mempertahankan esensi yang mendalam. Setiap lirik yang dinyanyikan terasa semakin kuat karena didukung oleh ekspresi para pemeran dan visualisasi yang apik di atas panggung. Saya benar-benar tidak menyangka bagaimana sebuah lagu yang sudah familiar bisa terasa begitu baru ketika dipadukan dengan teater musikal seperti ini.

Pertunjukan ini benar-benar membuka pandangan saya tentang teater musikal. Sebelumnya, saya selalu berpikir bahwa teater lebih sulit untuk dinikmati jika tidak memahami ceritanya sejak awal. Namun, pengalaman ini membuktikan bahwa selama ada elemen yang bisa kita hubungkan — seperti musik yang kita suka — teater bisa menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya jadi semakin ingin mencoba menonton pertunjukan teater lainnya, terutama jika temanya menarik dan dekat dengan kehidupan saya.

Selain itu, pengalaman ini juga membuat saya semakin ingin menonton konser solo Tulus secara langsung, sesuatu yang sebelumnya belum kesampaian. Jika suatu hari nanti Tulus mengadakan konser lagi, saya pasti akan berusaha untuk hadir. Begitu juga dengan teater musikal lainnya yang memiliki tema yang familiar bagi saya, saya tidak akan ragu untuk datang. Pengalaman ini benar-benar membuka wawasan saya bahwa seni pertunjukan bisa dinikmati dengan cara yang berbeda, dan saya tidak sabar untuk merasakan lebih banyak lagi di masa depan.

“Seni pertunjukan adalah tentang merasakan, bukan hanya menonton dan teater musikal membuat setiap emosi menjadi nyata.”

interaksi

Pengalaman Pertama Menonton Teater Musikal: Sebuah Pertunjukan yang Hidup

Agustus 2024, menonton teater musikal selalu menjadi salah satu hal yang ingin saya coba, tetapi saya sering ragu karena tidak selalu familiar dengan tema yang dibawakan. Namun, kesempatan akhirnya datang ketika saya mendapat kabar tentang pertunjukan teater musikal bertema interaksi yang menampilkan lagu-lagu pilihan dari Tulus. Sebagai seseorang yang menyukai karya musik Tulus, ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi saya. Acara ini diselenggarakan oleh Jakarta Movin, yang ternyata sudah memiliki pengalaman sepuluh tahun dalam mengadakan pertunjukan seperti ini. Dengan reputasi yang sudah terbangun, tidak heran jika acara berlangsung dengan lancar dan profesional, meskipun jumlah penonton sangat ramai.

Salah satu alasan utama saya tertarik untuk menonton adalah karena cerita dalam teater ini cukup sederhana tetapi relatable. Teater ini mengisahkan empat karakter — dua laki-laki dan dua perempuan — yang memiliki hubungan persahabatan sejak SMA, tetapi akhirnya menyadari bahwa ada perasaan lebih di antara mereka. Dibawakan dengan dialog yang kuat, koreografi yang indah, dan tentunya diiringi lagu-lagu Tulus, cerita ini terasa sangat hidup. Interaksi antar karakter begitu alami, membuat saya sebagai penonton ikut larut dalam emosi yang mereka sampaikan. Beberapa adegan bahkan sukses membuat saya ikut tersenyum, terharu, dan bernostalgia dengan masa-masa sekolah.

Yang membuat pertunjukan ini semakin spesial adalah aransemen musik yang megah dan koreografi yang begitu selaras dengan alur cerita. Lagu-lagu seperti Gajah, Sepatu, Tujuh Belas, dan tentunya Interaksi dibawakan dengan aransemen yang berbeda dari versi aslinya, tetapi tetap mempertahankan esensi yang mendalam. Setiap lirik yang dinyanyikan terasa semakin kuat karena didukung oleh ekspresi para pemeran dan visualisasi yang apik di atas panggung. Saya benar-benar tidak menyangka bagaimana sebuah lagu yang sudah familiar bisa terasa begitu baru ketika dipadukan dengan teater musikal seperti ini.

Pertunjukan ini benar-benar membuka pandangan saya tentang teater musikal. Sebelumnya, saya selalu berpikir bahwa teater lebih sulit untuk dinikmati jika tidak memahami ceritanya sejak awal. Namun, pengalaman ini membuktikan bahwa selama ada elemen yang bisa kita hubungkan — seperti musik yang kita suka — teater bisa menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya jadi semakin ingin mencoba menonton pertunjukan teater lainnya, terutama jika temanya menarik dan dekat dengan kehidupan saya.

Selain itu, pengalaman ini juga membuat saya semakin ingin menonton konser solo Tulus secara langsung, sesuatu yang sebelumnya belum kesampaian. Jika suatu hari nanti Tulus mengadakan konser lagi, saya pasti akan berusaha untuk hadir. Begitu juga dengan teater musikal lainnya yang memiliki tema yang familiar bagi saya, saya tidak akan ragu untuk datang. Pengalaman ini benar-benar membuka wawasan saya bahwa seni pertunjukan bisa dinikmati dengan cara yang berbeda, dan saya tidak sabar untuk merasakan lebih banyak lagi di masa depan.

“Seni pertunjukan adalah tentang merasakan, bukan hanya menonton dan teater musikal membuat setiap emosi menjadi nyata.”

Experience

Let’s Collaborate!

Interested in connecting further or checking out my latest works? Find me on social media and let's connect!

Let’s Collaborate!

Interested in connecting further or checking out my latest works? Find me on social media and let's connect!

Let’s Collaborate!

Interested in connecting further or checking out my latest works? Find me on social media and let's connect!

© 2026 Abdul Aziz. All rights reserved

Made with

© 2026 Abdul Aziz. All rights reserved

Made with

© 2026 Abdul Aziz. All rights reserved

Made with

Create a free website with Framer, the website builder loved by startups, designers and agencies.