Ep. 2 - QA vs Tester vs QC — Beda Nama, Beda Peran?
Ep. 2 - QA vs Tester vs QC — Beda Nama, Beda Peran?
Ep. 2 - QA vs Tester vs QC — Beda Nama, Beda Peran?
May 4, 2025



"QA vs Tester vs QC – Beda Nama, Beda Peran?"
Kalau kamu baru masuk ke dunia IT atau QA, pasti pernah bingung dengan istilah QA, Tester, dan QC. Semuanya kelihatan mirip-mirip, ya? Tapi ternyata, masing-masing punya peran dan pendekatan yang berbeda. Walaupun tujuannya sama-sama menjaga kualitas, cara mereka mencapai tujuan itu nggak selalu sama. Jadi penting banget buat kita paham bedanya — biar nggak salah kaprah atau ketukar-tukar pas ngobrol sama tim lain.
QA alias Quality Assurance fokus pada proses. Mereka memastikan bahwa tahapan pengembangan produk dilakukan dengan benar, sesuai standar dan best practice. QA itu preventif, artinya mereka lebih fokus mencegah bug muncul sejak awal. Sementara itu, QC atau Quality Control lebih ke pengecekan hasil akhir, biasanya setelah produk selesai dibuat. QC itu reaktif — mereka cari tahu apakah produk akhir udah sesuai dengan ekspektasi dan standar.
Nah, lalu di mana posisi Tester? Tester itu biasanya bagian dari QC, dan peran utamanya adalah melakukan pengujian produk secara langsung. Mereka menjalankan test case, mencatat bug, dan memberikan feedback ke tim developer. Tapi ingat, nggak semua Tester otomatis punya mindset QA. Seorang QA bisa saja melakukan testing, tapi nggak semua yang testing berarti QA. Perbedaan ini penting supaya kita bisa tahu siapa melakukan apa, dan kapan waktunya berkontribusi dalam proses pengembangan.
Seringkali di industri, ketiga istilah ini digunakan secara tumpang tindih, apalagi di tim kecil atau startup. Tapi semakin besar dan kompleks sebuah tim, peran ini bisa jadi lebih terpisah dan spesifik. Paham perbedaannya bikin kamu bisa lebih tepat sasaran dalam bekerja, dan lebih dihargai karena kamu tahu peranmu sendiri. Ini juga bantu kamu menjelaskan pekerjaanmu ke orang lain — nggak cuma dibilang “yang ngecek bug doang”.
"Memahami peranmu bukan soal gelar, tapi tentang tahu di mana kamu bisa bikin dampak paling besar."
— QA Ninja Quote
"QA vs Tester vs QC – Beda Nama, Beda Peran?"
Kalau kamu baru masuk ke dunia IT atau QA, pasti pernah bingung dengan istilah QA, Tester, dan QC. Semuanya kelihatan mirip-mirip, ya? Tapi ternyata, masing-masing punya peran dan pendekatan yang berbeda. Walaupun tujuannya sama-sama menjaga kualitas, cara mereka mencapai tujuan itu nggak selalu sama. Jadi penting banget buat kita paham bedanya — biar nggak salah kaprah atau ketukar-tukar pas ngobrol sama tim lain.
QA alias Quality Assurance fokus pada proses. Mereka memastikan bahwa tahapan pengembangan produk dilakukan dengan benar, sesuai standar dan best practice. QA itu preventif, artinya mereka lebih fokus mencegah bug muncul sejak awal. Sementara itu, QC atau Quality Control lebih ke pengecekan hasil akhir, biasanya setelah produk selesai dibuat. QC itu reaktif — mereka cari tahu apakah produk akhir udah sesuai dengan ekspektasi dan standar.
Nah, lalu di mana posisi Tester? Tester itu biasanya bagian dari QC, dan peran utamanya adalah melakukan pengujian produk secara langsung. Mereka menjalankan test case, mencatat bug, dan memberikan feedback ke tim developer. Tapi ingat, nggak semua Tester otomatis punya mindset QA. Seorang QA bisa saja melakukan testing, tapi nggak semua yang testing berarti QA. Perbedaan ini penting supaya kita bisa tahu siapa melakukan apa, dan kapan waktunya berkontribusi dalam proses pengembangan.
Seringkali di industri, ketiga istilah ini digunakan secara tumpang tindih, apalagi di tim kecil atau startup. Tapi semakin besar dan kompleks sebuah tim, peran ini bisa jadi lebih terpisah dan spesifik. Paham perbedaannya bikin kamu bisa lebih tepat sasaran dalam bekerja, dan lebih dihargai karena kamu tahu peranmu sendiri. Ini juga bantu kamu menjelaskan pekerjaanmu ke orang lain — nggak cuma dibilang “yang ngecek bug doang”.
"Memahami peranmu bukan soal gelar, tapi tentang tahu di mana kamu bisa bikin dampak paling besar."
— QA Ninja Quote
"QA vs Tester vs QC – Beda Nama, Beda Peran?"
Kalau kamu baru masuk ke dunia IT atau QA, pasti pernah bingung dengan istilah QA, Tester, dan QC. Semuanya kelihatan mirip-mirip, ya? Tapi ternyata, masing-masing punya peran dan pendekatan yang berbeda. Walaupun tujuannya sama-sama menjaga kualitas, cara mereka mencapai tujuan itu nggak selalu sama. Jadi penting banget buat kita paham bedanya — biar nggak salah kaprah atau ketukar-tukar pas ngobrol sama tim lain.
QA alias Quality Assurance fokus pada proses. Mereka memastikan bahwa tahapan pengembangan produk dilakukan dengan benar, sesuai standar dan best practice. QA itu preventif, artinya mereka lebih fokus mencegah bug muncul sejak awal. Sementara itu, QC atau Quality Control lebih ke pengecekan hasil akhir, biasanya setelah produk selesai dibuat. QC itu reaktif — mereka cari tahu apakah produk akhir udah sesuai dengan ekspektasi dan standar.
Nah, lalu di mana posisi Tester? Tester itu biasanya bagian dari QC, dan peran utamanya adalah melakukan pengujian produk secara langsung. Mereka menjalankan test case, mencatat bug, dan memberikan feedback ke tim developer. Tapi ingat, nggak semua Tester otomatis punya mindset QA. Seorang QA bisa saja melakukan testing, tapi nggak semua yang testing berarti QA. Perbedaan ini penting supaya kita bisa tahu siapa melakukan apa, dan kapan waktunya berkontribusi dalam proses pengembangan.
Seringkali di industri, ketiga istilah ini digunakan secara tumpang tindih, apalagi di tim kecil atau startup. Tapi semakin besar dan kompleks sebuah tim, peran ini bisa jadi lebih terpisah dan spesifik. Paham perbedaannya bikin kamu bisa lebih tepat sasaran dalam bekerja, dan lebih dihargai karena kamu tahu peranmu sendiri. Ini juga bantu kamu menjelaskan pekerjaanmu ke orang lain — nggak cuma dibilang “yang ngecek bug doang”.
"Memahami peranmu bukan soal gelar, tapi tentang tahu di mana kamu bisa bikin dampak paling besar."
— QA Ninja Quote
Quality Assurance

